Jumat, 02 Mei 2014

Finlandia Negara Dengan Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia


Finlandia beribukota di Helsinki ini menjadi negara yang memiliki kualitas dengan mutu pendidikan terbaik di dunia.di Finlandia sendiri anak-anak baru bisa diterima pada sekolah tingkat dasar setelah mencapai usia 7 tahun. Bahkan jam sekolah mereka lebih sedikit dibandingkan dengan negara-negara lainnya. yang hanya 30 jam perminggu. Dan para Guru tidak membebani siswa dengan PR (pekerjaan rumah), pelajaran tambahan (les), serta mengekang para siswa dengan aturan-aturan atau disiplin militer.


Ternyata kunci negara ini bisa menjadi negara yang memiliki kualitas pendidikan yang terbaik terletak pada kualitas gurunya. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat dari pada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran.

Para siswa telah dilatih (didorong) untuk bekerja secara independen dengan berusaha untuk mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Untuk menjadikan suasana sekolah sangat santai dan fleksibel, para Guru berusaha menekan dan meminimalisir semua hal yang berbau ‘perintah‘ (komando) agar para siswa tidak merasa tertekan hingga terciptalah suasana belajar yang menyenangkan.

Tidak mengatakan “Kamu Salah” pada siswa serta menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa agar siswa bisa terhindar dari “rasa malu“, karena hal tersebut akan menghambat mereka dalam belajar. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.


Kamis, 01 Mei 2014

Kondisi Perekonomian Pemerintah Indonesia di Awal Kemerdekaan





1. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MEMBURUKNYA KEADAAN EKONOMI INDONESIA
Pada awal kemerdekaan, kehidupan ekonomi indonesia sangat sulit, hal tersebut disebabkan oleh masalah-masalah sebagai berikut :

a. Terjadi Inflasi yang Sangat Tinggi
Inflasi terjadi karena peredaran uang yang dikeluarkan pemerintah Jepang tidak terkendali dan sangat banyak, sedangkan ketersediaan barang menipis dan susah ditemukan, serta kemampuan ekonomi untuk menyerap uang tersebut sangat rendah (mata uang yang beredar pada saat itu adalah mata uang Dejavasche Bank, Mata uang pemerintah Hindia Belanda, Mata uang Jepang). Pemerintah Republik Indonesia yang baru berdiri, tidak dapat menghentikan peredaran mata uang Jepang tersebut, sebab negara RI belum memiliki mata-uang baru sebagai penggantinya.

             b. Adanya blokade Ekonomi dari Belanda
Alasan blokade ini adalah untuk mencegah masuknya peralatan militer ke Indonesia, dan mencegah keluarnya hasil-hasil perkebunan milik Belanda. Tapi tujuan dari Blokade ini dilakukan dengan harapan agar ekonomi Indonesia mengalami kekacauan sehingga bisa dikuasai kembali. Blokade ini dilakukan mulai bulan November 1945, dengan menutup pintu keluar masuk perdagangan RI terutama jalur laut.

              c. Kosongnya Kas Negara
Kas negara mengalami kekosongan karena pajak dan bea masuk lainnya belum ada, sedangkan pengeluaran negara semakin bertambah. Penghasilan pemerintah hanya bergantung kepada produksi pertanian.

2. USAHA PEMERINTAH UNTUK MENEMBUS BLOKADE EKONOMI BELANDA

        a. Mengirim Bantuan Beras ke India
Pada saat ekonomi Indonesia dalam keadaan sulit, Indonesia masih mampu memberikan bantuan beras ke India sebesar lebih kurang 500 ribu ton dan sebagai gantinya India menjanjikan mengirim bahan pakaian ke Indonesia. Dalam perkembangannya, India sangat proaktif membantu perjuangan Indonesia di forum Internasional.

        b. Mengadakan Hubungan Dagang Dengan Pihak Luar Negeri
Hubungan dagang ini dirintis oleh badan semi Pemerintah dibawah pimpinan Sumitro Joyohadikusomo yang bernama Banking and Trading Corporation (BTC) dan berhasil mengadakan transaksi dagang dengan perusahaan swasta Amerika Serikat. Barang yang diekspor adalah gula, karet dan teh.

              c. Membuka Perwakilan Dagang di Singapura
Indonesia melalui perwakilan dagang resmi bernama Indonedian Office (Indoff) membuka perwakilan dagan di Singapura pada tahun 1947.  Tujuannya adalah untuk berusaha menembus blokade ekonomi Belanda dengan melakukan barter.

             d. Membentuk Kementerian Pertahanan Usaha Luar Negeri (KPULN)
KPULN ini dipimpin oleh Ali Jayengprawiro. Bertugas membeli senjata dan perlengakapan perang lainnya dan berusaha untuk memasukkannya ke Indonesia.. salah satu tokoh yang berhasil memasukkan senjata adalah Laksamana Muda Yahya Daniel Dharma atau John Lie.  John Lie rutin melakukan operasi menembus blokade Belanda dengan membawa karet atau hasil bumi ke Singapura untuk dibarter dengan senjata.

3.   USAHA-USAHA MENGATASI KESULITAN EKONOMI
Pada awal kemerdekaan masih belum sempat melakukan perbaikan ekonomi secara baik. Baru mulai Februari 1946, pemerintah mulai memprakarsai usaha untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi yang mendesak. Upaya-upaya itu diantaranya sebagai berikut :

         a.  Pinjaman Nasional
Program Pinjaman Nasional ini dilaksanakan oleh Menteri Keuangan. lr. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP. Pinjaman Nasional akan dibayar kembali selama jangka waktu 40 tahun. Besar pinjaman yang dilakukan pada bulan Juli 1946 sebesar Rp. 1.000.000.000,00. Pada tahun pertama berhasil dikumpulkan uang sejumlah Rp. 500.000.000,00. Sukses yang dicapai ini menunjukkan besarnya dukungan dan kepercayaan rakyat kepada Pemerintah RI.

          b. Konferensi Ekonomi, Februari 1946
Konferensi ini dihadiri oleh para cendekiawan, para gubernur dan para pejabat lainnya yang bertanggungjawab langsung mengenai masalah ekonomi di Jawa. Konferensi ini dipimpin oleh Menteri Kemakmuran, Ir. Darmawan Mangunkusumo. Tujuan konferensi ini adalah untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, seperti :
·         masalah produksi dan distribusi makanan
Dalam masalah produksi dan distribusi bahan makanan disepakati bahwa sistem autarki lokal sebagai kelanjutan dari sistem ekonomi perang Jepang, secara berangsur-angsur akan dihapuskan dan diganti dengan sistem desentralisasi.
·         masalah sandang
Mengenai masalah sandang disepakati bahwa Badan Pengawasan Makanan Rakyat diganti dengan Badan Persediaan dan Pembagian Makanan (PPBM) yang dipimpin oleh dr. Sudarsono dan dibawah pengawasan Kementerian Kemakmuran. PPBM dapat dianggap sebagai awal dari terbentuknya Badan Urusan Logistik (Bulog).
·         status dan administrasi perkebunan-perkebunan
Pada masa Kabinet Sjahrir, persoalan status dan administrasi perkebunan ini dapat diselesaikan. Semua perkebunan dikuasai oleh negara dengan sistem sentralisasi dibawah pengawasan Kementerian Kemakmuran. Konferensi Ekonomi kedua diadakan di Solo pada tanggal 6 Mei 1946 untuk membahas program ekonomi pemerintah, masalah keuangan negara, pengendalian harga, distribusi dan alokasi tenaga manusia. Dalam konferensi ini Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta memberikan saran-saran yang berkaitan dengan masalah rehabilitasi pabrik gula.
 Hal ini disebabkan gula merupakan bahan ekspor yang penting, oleh karena itu pengusahaannya harus dikuasai oleh negara. Hasil ekspor ini diharapkan dapat dibelikan atau ditukar dengan barang-barang lainnya yang dibutuhkan RI. Hal ini dapat direalisasikan pada tanggal 21 Mei 1946 dengan dibentuknya Badan Penyelenggara Perusahaan Gula Negara (BPPGN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 3/1946. Peraturan tersebut disempurnakan melalui Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1946, tanggal 6 Juni 1946 mengenai pembentukan Perusahaan Perkebunan Negara (PPN).

         c. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) pada tanggal 19 Januari 1947
Pembentukan Badan ini atas inisiatif Menteri Kemakmuran, dr. A.K. Gani. Badan ini merupakan badan tetap yang bertugas membuat rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu 2 sampai 3 tahun. Sesudah Badan Perancang ini bersidang, A.K. Gani mengumumkan Rencana Pembangunan 10 Tahun. Untuk menampung dana pembangunan tersebut pemerintah akan membentuk Bank Pembangunan. Pada bulan April 1947, Badan Perancang ini diperluas menjadi Panitia Pemikir Siasat Ekonomi yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Moh. Hatta, sedangkan A.K. Gani sebagai wakilnya. Panitia ini bertugas mempelajari, mengumpulkan data dan memberikan saran kepada pemerintah dalam merencanakan pembangunan ekonomi dan dalam rangka melakukan perundingan dengan pihak Belanda.  Hasil pemikiran ini belum berhasil dilaksanakan dengan baik, karena Agresi Militer Belanda mengakibatkan sebagian besar daerah RI yang memiliki potensi ekonomi baik, jatuh ke tangan Belanda. Wilayah RI tinggal beberapa keresidenan di Jawa dan Sumatera yang sebagian besar tergolong sebagai daerah minus dan berpenduduk padat. Pecahnya Pemberontakan PKI Madiun dan Agresi Militer Belanda II mengakibatkan kesulitan ekonomi semakin memuncak.

         d. Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (RERA) pada tahun 1948.
Program yang diprakarsai oleh Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta ini, dimaksudkan untuk mengurangi beban negara dalam bidang ekonomi, disamping meningkatkan efesiensi. Rasionalisasi ini meliputi penyempurnaan administrasi negara, Angkatan Perang dan aparat ekonomi.  Sejumlah satuan Angkatan Perang dikurangi secara dratis. Selanjutnya tenaga-tenaga bekas Angkatan Perang ini disalurkan ke bidang-bidang produktif dan diurus oleh Kementerian Pembangunan dan Pemuda.

          e. Rencana Kasimo (Kasimo Plan)
Program ini disusun oleh Menteri Urusan Bahan Makanan I.J. Kasimo. Pada dasarnya program ini berupa Rencana Produksi Tiga Tahun, 1948-1950 mengenai usaha swasembada pangan. Untuk meningkatkan produksi bahan pangan, Kasimo menyarankan agar menanami tanah-tanah kosong di Sumatera timur seluas 281.277 ha, di Jawa dilakukan intensifikasi dengan menanam bibit unggul, disetiap desa dibentuk kebun-kebun bibit, pencegahan penyemblihan hewan-hewan yang berperan penting bagi produksi pangan, dan transmigrasi.                                                                        
                                                    
          f. Persatuan Tenaga Ekonomi (PTE)
Organisasi yang  dipimpin B.R. Motik ini, bertujuan untuk menggiatkan kembali partisipasi pengusaha swasta. Dengan dibentuknya PTE juga diharapkan dapat dan melenyapkan individualisasi di kalangan organisasi pedagang sehingga dapat memperkokoh ketahanan ekonomi bangsa Indonesia. Pemerintah pusat menganjurkan agar pemerintah daerah mendukung usaha-usaha yang dilakukan oleh PTE. Akan tetapi PTE tidak dapat berjalan dengan baik. PTE hanya mampu mendirikan Bank PTE di Yogyakarta dengan modal awal Rp. 5.000.000. Kegiatan PTE semakin mundur akibat dari Agresi Militer Belanda II.

Tempat-Tempat Unik dan Indah di Indonesia




         Indonesia adalah negara yang penuh dengan keindahan dan juga keunikannya kawan, beberapa diantarnya adalah sebagai berikut: 

1. Danau Toba yang berada di povinsi Sumatera Utara merupakan danau vulkanik yang sangat besar, dengan panjang sekitar 100 kilometer dan lebar sekitar 30 kilometer. Danau ini terbentuk oleh letusan gunung berapi raksasa sekitar 70.000 tahun yang lalu, berdasarkan dari penelitian para ahli hasil dari ledakan gunung ini menunjukkan bahwa hanya ada beberapa ribu manusia saja yang selamat dari bencana. Di tengah danau Toba terdapat sebuah pulau yang dinamakan Pulau samosir yang berada diketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Ditengah pulau samosir ini terdapat juga 2 buah danau, yang bernama Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang. Karena keunikannya orang setempat banyak menamakannya "Danau di atas danau" dan menjadikan pulau ini menjadi sebuah pulau yang menarik perhatian para turis.


2. Taman Nasional Tanjung Puting berlokasi di Kalimantan tengah. Taman ini merupakan ekowisata yang sangat polpuler yang menawarkan keunikan dan keindahan panorama alamnya yang masih alami. Terlebih lagi dalam Taman Nasional ini terdapat Hewan yang sangat dilindungi oleh Dunia yaitu "Orang Utan". Sayangnya taman ini terancam oleh pembalakan liar dan perambah hutan untuk keperluan pertanian. Kurangnya perhatian pemerintah negara setempat akan sangat membahayakan kelangsungan Taman Nasional ini.

3. Lembah Baliem berada di ketinggian 1600 meter dari permukaan laut yang dikelilingi pegunungan dengan pemandangannya yang indah dan masih alami. Dulunya lembah ini sangat terisolasi dari dunia luar, sampai ketika tahun 1938 ketika sebuah pesawat udara pengintaian dari Hollandia (sekarang Jayapura) menemukan populasi pertanian yang besar. Wamena adalah titik awal untuk sebagian besar pengunjung yang datang saat ini untuk mengagumi pemandangan pegunungan, dengan sungai yang masih riam, dan sambutan dari orang-orang suku Dani yang hangat. Pada tiap tahun, menjelang HUT RI, Lembah Baliem selalu mengadakan kegiatan tahunan yaitu Festival Lembah Baliem. Festival ini diselenggarakan suku-suku di Papua untuk memperingati 17 Agustusan dan dijadikan sebagai agenda wisata tahunan yang banyak dihadiri wisatawan asing.


4. Taman Laut Bunaken terletak di utara pulau Sulawesi, secara Administratif Taman Laut ini masih ditermasuk dalam wilayah pemerintahan kota Manado. Bunaken merupakan salah satu tempat terbaik untuk scuba diving atau snorkeling. Didalam Taman Laut ini kita dapat melihat lebih dari 70% spesies ikan yang hidup di dalam Laut Pasifik Barat. Luas Taman Laut Bunaken ini sekitar 890,65 km persegi, dan hanya 3% terestrial, termasuk Pulau Bunaken, serta pulau Manado Tua , Mantehage, Nain dan Siladen.


5. Taman Nasional Komodo berada diantara pulau Sumbawa dan Flores, yang terletak didalam kepualauan Sunda Kecil yang meliputi tiga pulau besar, yaitu pulau Komodo, Padar dan Rincah, dan masih ada 26 pulau lagi yang lebih kecil. Taman Nasional Komodo ini didirikan pada tahu 1980 dengan Total luasnya sekitar 1.733 km persegi. Taman Nasional ini dibuat untuk melindungi Komodo dari kepunahan, Komodo merupakan binatag kadal terbesar yang masih hidup di Zaman sekarang ini, dengan panjangnya dapat mencapai 3 meter lebih dan beratnya dapat lebih dari 70kg. Meskipun makanan Komodo sebagian besar bangkai hewan mati, tetapi mereka merupakan predator tangguh yang dapat juga berburu mangsa seperti burung dan jenis mamalia yang ada disekitar pulau tersebut. Pada tahun 1991 Taman Nasional Komodo dinyatakan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia .

LIGA BANGSA-BANGSA “LEAGUE OF NATIONS”






Sejarah Berdirinya LBB
            Liga Bangsa-Bangsa (LBB) adalah suatu organisasi internasional yang didirikan setelah Konferensi Perdamaian Paris 1919,  pada 10 Januari1920. Kehancuran akibat perang dunia I mengakibatkan timbulnya kesadaran manusia untuk membentuk suatu badan perdamaian dunia yaitu LBB ( Liga Bangsa-Bangsa ) yang diharapkan mampu mengatasi kehancuran akibat peperangan. Dalam upaya menciptakan perdamaian muncul beberapa tokoh perdamaian dunia antara lain :
1. Simon Bolivar
2. Henry Dunnant (Bapak Palang Merah Internasional)
3. Bertha von Suthner
4. Tsar Nicholas II
5. Woodrow Wilson
Ide untuk mendirikan LBB dicetuskan Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson meskipun AS sendiri kemudian tidak pernah bergabung dengan organisasi ini. Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations) atau Volkenbond berkedudukan di Genewa, Swiss. Woodrow Wilson adalah salah satu tokoh yang mengusulkan perdamaian antarbangsa.
            Sejumlah 42 negara menjadi anggota saat LBB didirikan. 23 di antaranya tetap bertahan sebagai anggota hingga LBB dibubarkan pada 1946. Antara 1920-1937, 21 negara masuk menjadi anggota, namun 7 di antara ke-21 anggota tambahan ini kemudian mengundurkan diri (ada yang dikeluarkan) sebelum 1946.

Tujuan Pembentukan LBB

a. Menjamin perdamaian dunia
b. Melenyapkan perang
c. Diplomasi secara terbuka
d. Menaati hukum dan perjanjian internasional


Sifat Dan Tugas LBB

1. Merupakan badan untuk pemeliharaan perdamaian dan badan pengawas daerah    perwalian atau daerah mandat LBB.
2. Merupakan badan untuk mencegah perang dan menyelesaikan perselisihan secara damai.
3.  Mengatasi masalah yang menyangkut ancaman perang.
4. Berusaha mengintegrasikan dan mengoordinasikan lembaga-lembaga internasional yang sudah ada.
5.Meningkatkan kerja sama dalam lapangan kesehatan, sosial, keuangan, pengangkutan,, perhubungan, dan lain-lain.
6. Memberikan perlindungan terhadap bangsa-bangsa minoritas.

Keberhasilan LBB
a.    Menyelesaikan persengketaan-persengketaan kecil, misalnya di Silesia Hulu. Wilayah yang semula menjadi sengketa antara Jerman dan Polandia tersebut akhirnya menjadi milik Polandia.
b.   Menyelesaikan daerah-daerah mandat. Daerah ini perwaliannya diserahkan kepada negara tertentu untuk kemudian satu demi satu diberi pemerintahan sendiri.
c.    Menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat darurat, misalnya membangun kembali perekonomian Eropa yang hancur dalam masa antarbellum.

Kegagalan LBB Memecahkan Masalah Dunia
Dalam pelaksanaannya, LBB tidak mampu memecahkan persoalan-persoalan besar yang sangat penting bagi perkembangan perdamaian dunia. Beberapa permasalahan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Kemajuan dalam hal pelucutan senjata tidak berhasil dijalankan. Yang terjadi bahkan sebaliknya, yaitu terjadi perlombaan senjata antara Blok Barat dan Blok Timur.
2. Pada tahun 1932 Jepang harus mengembalikan Manchuria kepada China, tetapi Jepang menolak kesepakatan tersebut bahkan keluar dari LBB. LBB tidak mampu berbuat apa-apa sehingga wibawa badan ini merosot.
3. Perang antara Italia dan Ethiopia (Abessinia) pada tahun 1935 sampai 1936. LBB memerintahkan agar Italia menarik diri dari Ethiopia tetapi ditolak oleh Italia. Atas keputusan LBB, 50 negara anggotanya memutuskan hubungan diplomatik dengan Italia namun Italia tetap menduduki Ethiopia.



Penyebab kegagalan LBB yakni :


a. Peraturan tidak bersifat mengikat atau memaksa.

b. Tidak mempunyai kekuasaan yang nyata untuk menindak Negara anggota yang   
    melakukan pelanggaran dan kesalahan.
c. Digunakan sebagai alat politik Negara-negara besar.
d. Liga Bangsa-Bangsa lemah terhadap negara-negara besar.

Akibatnya, pada bulan September 1939 pecah Perang Dunia II. Setelah Perang Dunia II, pada 18 April 1946, LBB resmi dibubarkan dan digantikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.