Kamis, 01 Mei 2014

LIGA BANGSA-BANGSA “LEAGUE OF NATIONS”


By on 03.50





Sejarah Berdirinya LBB
            Liga Bangsa-Bangsa (LBB) adalah suatu organisasi internasional yang didirikan setelah Konferensi Perdamaian Paris 1919,  pada 10 Januari1920. Kehancuran akibat perang dunia I mengakibatkan timbulnya kesadaran manusia untuk membentuk suatu badan perdamaian dunia yaitu LBB ( Liga Bangsa-Bangsa ) yang diharapkan mampu mengatasi kehancuran akibat peperangan. Dalam upaya menciptakan perdamaian muncul beberapa tokoh perdamaian dunia antara lain :
1. Simon Bolivar
2. Henry Dunnant (Bapak Palang Merah Internasional)
3. Bertha von Suthner
4. Tsar Nicholas II
5. Woodrow Wilson
Ide untuk mendirikan LBB dicetuskan Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson meskipun AS sendiri kemudian tidak pernah bergabung dengan organisasi ini. Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations) atau Volkenbond berkedudukan di Genewa, Swiss. Woodrow Wilson adalah salah satu tokoh yang mengusulkan perdamaian antarbangsa.
            Sejumlah 42 negara menjadi anggota saat LBB didirikan. 23 di antaranya tetap bertahan sebagai anggota hingga LBB dibubarkan pada 1946. Antara 1920-1937, 21 negara masuk menjadi anggota, namun 7 di antara ke-21 anggota tambahan ini kemudian mengundurkan diri (ada yang dikeluarkan) sebelum 1946.

Tujuan Pembentukan LBB

a. Menjamin perdamaian dunia
b. Melenyapkan perang
c. Diplomasi secara terbuka
d. Menaati hukum dan perjanjian internasional


Sifat Dan Tugas LBB

1. Merupakan badan untuk pemeliharaan perdamaian dan badan pengawas daerah    perwalian atau daerah mandat LBB.
2. Merupakan badan untuk mencegah perang dan menyelesaikan perselisihan secara damai.
3.  Mengatasi masalah yang menyangkut ancaman perang.
4. Berusaha mengintegrasikan dan mengoordinasikan lembaga-lembaga internasional yang sudah ada.
5.Meningkatkan kerja sama dalam lapangan kesehatan, sosial, keuangan, pengangkutan,, perhubungan, dan lain-lain.
6. Memberikan perlindungan terhadap bangsa-bangsa minoritas.

Keberhasilan LBB
a.    Menyelesaikan persengketaan-persengketaan kecil, misalnya di Silesia Hulu. Wilayah yang semula menjadi sengketa antara Jerman dan Polandia tersebut akhirnya menjadi milik Polandia.
b.   Menyelesaikan daerah-daerah mandat. Daerah ini perwaliannya diserahkan kepada negara tertentu untuk kemudian satu demi satu diberi pemerintahan sendiri.
c.    Menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat darurat, misalnya membangun kembali perekonomian Eropa yang hancur dalam masa antarbellum.

Kegagalan LBB Memecahkan Masalah Dunia
Dalam pelaksanaannya, LBB tidak mampu memecahkan persoalan-persoalan besar yang sangat penting bagi perkembangan perdamaian dunia. Beberapa permasalahan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Kemajuan dalam hal pelucutan senjata tidak berhasil dijalankan. Yang terjadi bahkan sebaliknya, yaitu terjadi perlombaan senjata antara Blok Barat dan Blok Timur.
2. Pada tahun 1932 Jepang harus mengembalikan Manchuria kepada China, tetapi Jepang menolak kesepakatan tersebut bahkan keluar dari LBB. LBB tidak mampu berbuat apa-apa sehingga wibawa badan ini merosot.
3. Perang antara Italia dan Ethiopia (Abessinia) pada tahun 1935 sampai 1936. LBB memerintahkan agar Italia menarik diri dari Ethiopia tetapi ditolak oleh Italia. Atas keputusan LBB, 50 negara anggotanya memutuskan hubungan diplomatik dengan Italia namun Italia tetap menduduki Ethiopia.



Penyebab kegagalan LBB yakni :


a. Peraturan tidak bersifat mengikat atau memaksa.

b. Tidak mempunyai kekuasaan yang nyata untuk menindak Negara anggota yang   
    melakukan pelanggaran dan kesalahan.
c. Digunakan sebagai alat politik Negara-negara besar.
d. Liga Bangsa-Bangsa lemah terhadap negara-negara besar.

Akibatnya, pada bulan September 1939 pecah Perang Dunia II. Setelah Perang Dunia II, pada 18 April 1946, LBB resmi dibubarkan dan digantikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.







About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 komentar:

Posting Komentar